Detail Cantuman Kembali

XML

sirkus pohon


Andrea mengaku novel ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dibanding novel sebelumnya lantaran gaya berceritanya menggunakan metode yang lebih sulit, bukan lagi komparasi dan analogi seperti sebelumnya, melainkan sintetik.

Hal itu lah yang membuat Andrea butuh waktu dua tahun menghasilkan Sirkus Pohon agar dapat dengan mudah dipahami pembaca.

"Novel ini tidak bisa digambarkan dengan gamblang karena menulisnya dengan teknik sintesis. Maksud saya adalah ini sudah membandingkan hal-hal yang tidak berhubungan," ujar Andrea.Sirkus Pohon berkisah tentang seseorang yang baru menyadari kemampuan terpendam yang ia miliki. Cerita ini dibandingkan dengan lingkungan sekelilingnya, salah satunya adalah pohon delima.

Andrea mengatakan ia membandingkan karakter manusia dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Perbandingan itu dibuat artikulatif, sehingga seakan-akan pohon bisa berbicara.

Sirkus Pohon, menurut Andrea, bukan sebuah judul metaforik melainkan harfiah. Andrea menjelaskan buku ini memang menceritakan pohon delima di sebuah sirkus. Dalam pohon itu, ternaungi kisah hidup manusia.
Andrea Hirata - Personal Name
edisi pertama
978-602-291-409-9
NONE
Buku
Indonesia
Bentang Pustaka
2017
Yogyakarta
LOADING LIST...
LOADING LIST...