Detail Cantuman Kembali

XML

Lawang Sewu: Dendam Kuntilanak


Dini hari. Lawang Sewu kedatangan tamu, enam orang anak muda sedang mencari temannya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam bangunan Belanda itu. Liburan kelulusan yang mereka bayangkan akan menyenangkan, justru berujung pada kematian. Hidup mereka harus berakhir, sekarang! Bunyi bola besi yang terseret di lantai itu terdengar lagi. Diska mulai ketakutan. Senter di tangan Diska, yang baru saja mati, mendadak menyala, mengoyak kegelapan. Diska ingat, ia ingat mimpinya yang berulang-ulang. Ia yakin semua ini pernah dialaminya. Suara bola besi terus mengejar, tidak hanya di Lawang Sewu, di rumah nenek Naya pun bunyi itu masih terdengar. “BUKAAA!!! BUKA PINTUNYAAA!!!” teriak Arman dari dalam sambil menggedor-gedor pintu. Suara bola besi itu kini muncul dari pojok ruangan. Arman semakin menjadi-jadi menggedor pintu. Arman sangat ketakutan. Bunyi bola besi terseret semakin mendekatinya dari arah belakang. Terus mengikuti, sampai ia tahu sebenarnya siapa yang perempuan dengan kaki terikat rantai berujung bola besi itu.
Iriel Parmato - Personal Name
813.42
979-780-170-5
Novel indonesia
Buku
Indonesia
Gagas Media
2007
Jakarta
iv, 104 hal.
LOADING LIST...
LOADING LIST...