Detail Cantuman Kembali

XML

Kuntilanak Here I come...


Benarkah ada kuntilanak yang melayang-layang dan nangkring di atas pohon asem di kampungnya?

Masyarakat geger! Ketakutan. Gak ada lagi yang berani keluar rumah bakda magrib. Kampung jadi sepi, bahkan pos ronda gak ada yang nongkrongin.

Dan gosip yang merebak mengatakan, kuntilanak itu jelmaan Bu Wati, yang belum lama meninggal. Bener gak sih?

Sebetulnya Hanif juga takut, apalagi ibunya juga ikut-ikutan melarang Hanif berangkat ronda. Tapi dengan semangat teguh kukuh berlapis-lapis baja, Hanif nekad meronda sendirian.

Dan jantung Hanif berdetak dua kali lebih cepat saat sesuatu kemudian hinggap di atas pos ronda. Dalam rasa takut yang nyelip, mulut Hanif tetap komat kamit. Dan di antara doa yang terucap, hatinya berkata,

“Kuntilanak… anu…ngg…Kuntilanak, ng… here I come?”
Asa Mulchias - Personal Name
301.50
979-3651-47-4
Cerpen
Buku
Indonesia
Lingkar Pena Kreativa
2005
Bandung
xi, 184 hal.
LOADING LIST...
LOADING LIST...