Detail Cantuman Kembali

XML

Munajat Cinta (1)


"Sudahkah engkau temukan dirimu, Ayda?"

"Sudah, Ayah. Insya Allah...."

"Jadi, siapa dirimu?"

"Saya bukan siapa-siapa...."

"Alhamdulillah, kalau begitu. Lalu, apa yang engkau lihat sekarang?"

"Saya melihat kebenaran firman-Nya bahwa Dia telah menciptakan
manusia dengan seindah-indahnya. Sayang sekali, keindahan ini sering
kali dibuat buruk oleh manusia itu sendiri...."

"Terpujilah Allah kita, Nak. Semoga Dia mengaruniai ketabahan dan
kesabaran pada kita. Sudah siapkah engkau jika sewaktu-waktu Allah
memanggil ayahmu ini?"

"Cepat atau lambat, saya pun akan menghadap-Nya, Ayah...."

Itulah petikan percakapan terakhir Ruwayda dan ayahnya. Ruwayda,
seorang gadis yang diberkahi dengan kecerdasan istimewa, lahir dari
keluarga kaya, tiba-tiba harus berhadapan dengan kenyataan pahit
yang menimpa keluarganya. Ayahnya bangkrut! Cita-citanya untuk
menjadi mahasiswi kandas. Hampir setiap hari kedua orang tuanya
terlibat pertengkaran karena utang dan kekurangan. Jiwa Ruwayda
terguncang. Kebangkrutan telah memorak-porandakan keharmonisan cinta
ayah dan ibunya.

Di atas tanah pekuburan Paponan di daerah Parakan, Ruwayda sampai
pada kondisi kejiwaan yang amat kritis! Antara menjadi pelacur agar
bisa memperoleh uang cepat atau mengakhiri hidup yang penuh sengsara
ini. Ia kehilangan pesona imannya sebagai muslimah gara-gara
belenggu uang, cinta, harga diri, dan ke-bahagiaan.
Taufiqurrahman Al-Azizy - Personal Name
813.34
979-963-458-X
novel indonesia
Buku
Indonesia
DIVA Press
2008
Jakarta
466 hal.
LOADING LIST...
LOADING LIST...